Suara Kita !

  0 Komentar
Ossdi - 2017-02-23 13:57:55
Mengapa arsip e-paper Bulan Januari 2017 tidak bisa diakses saat ini? Mohon informasinya.
  0 Komentar
- 2016-11-28 15:34:17
Sudah transfer dan berulang kali melakukan billinh tapi tidak ad konfirmasi penambahan saldo. Harap diperjelas informasi member padek ini.
  0 Komentar
- 2016-09-16 11:23:36
sdh daftar n bayar mengapa epaper tidak bisa dibuka juga?
  0 Komentar
deniansyah - 2016-08-22 22:50:03
TANGGAPAN DHARMASRAYA TERKAIT IMPLIKASI PENELITIAN YANG DILAKUKAN PADA DESEMBER 2015 Pada bulan agustus ini marak sekali dengan berita akan kenaikan harga rokok hingga menembus Rp. 50.000 per bungkus. dalih nya implikasi dari kenaikan harga rokok dapat mengurangi kebiasaan mayarakat merokok dan merupakan musuh sekaligus pembunuh bagi bangsa. Ade komarudin,ketua DPR RI sekaligus politisi partai golkar ini menyetujui adanya kenaikan harga rokok pada jum’at (19/08) siang di kompleks parlemen,senayan,jakarta. Ade komarudin menyetujui hal ini terkait menanggapi hasil penelitian pusat kajian ekonomi dan kebijakan hasil survey ( desember 2015 ) Fakultas kesehatan manusia universitas Indonesia menyebutkan 46 persen pecandu rokok akan berhenti bila harga rokok menembus angka Rp.50.000 perbungkus.semial hal ini disetujui pemerintah, tak heran jutaan perokok aktif bakalan kelimpungan. Pasal nya jika nanti nya pemerintah jokowi – jk menyetujui akan kenaikan harga rokok yang menembus hingga 5 kali lipat maka bakal menimbulkan efek domino yang fatal. Ada hal yang menarik terkait muncul nya penelitian yang berimplikasi akan kenaikan harga rokok yang menembus hingga Rp. 50.000 yaitu banyak nya pro dan kontra dari masyakat. karena hal ini banyak memicu pengangguran di indonesia walaupun hal ini juga memicu akan penghasilan APBN akan melambung tinggi dari implikasi bea cukai yang tinggi. Kenapa ada masyarakat yang pro terhadap implikasi dari penelitian yang dilakukan pada desember 2015 ? Banyak sekali masyarakat menilai implikasi dari kenaikan harga rokok akan mengurangi jumlah perokok, mengurangi jumlah kematian setiap hari nya, mengurangi jumlah virus ataupun wabah penyakit yang menjangkit dalam setiap diri perokok aktif. Terkait hal itu masyarakat banyak sekali menyetujui hal ini apalagi dari kalangan perokok pasif yang selama ini merasa tersesak akibat banyak di sekeliling mereka yang bertindak sebagai pelaku perokok aktif yang telah di survey terhadap 1.000 responden (desember 2015 ) dan di dapatkan hasil 80,3 persen menyetujui kenaikan harga rokok . Kenapa ada masyarakat yang kontra terhadap implikasi dari penelitian yang di lakukan pada bulan desember ? Para kalangan prokok aktif spontan menolak kenaikan harga rokok yang menembus hingga Rp. 50.000 karena bertambah besar nya biaya pengeluaran di bidang pengeluaran rokok. Terkait kenaikan harga rokok juga akan mengimbas kepada perusahaan rokok yang berakibat gulung tikar akibat menurun nya omsetisme pemasukan dan berimplikasi terhadap meningkat nya jumlah pengangguran di bangsa ini. Bukan hanya perusahaan – perusahaan rokok saja yang terkena imbas bisa jadi jutaan petani tembakau juga terkena imbas nya dan berapa persen lagi pengangguran bertambah. Terkait hal ini apakah perokok aktif di kabupaten dharmasraya juga akan merasakan hal tersebut ? tentu. Saya banyak bertanya – tanya seketika saya ngumpul – ngumpul dan sering disebut orang – orang dharmasraya ota kadai, saya sering menanyakan terkait hal ini. “kebijakan pemerintah ini sangat bagus.tapi, hal ini tidak akan memicu perokok aktif untuk berhenti merokok karna banyak orang yang sudah ketergantungan terhadap zat nikotin yang terkandung di dalam rokok dan bisa berakibat perokok aktif meilih jalan pintas yaitu linting sendiri tembakau yang ada dan juga membuat akan semakin marak nya rokok – rokok ilegal yang beredar di indonesia akibat tinggi nya bea cukai yang berimbas kurang nya pendapatan sektor cukai ” ujar salah seorang dalam anggota ota kadai. Pemikiran saya masyarakat dharmasraya yang berada di kalangan perokok aktif yang sudah ketergantungan zat nikotin akan mencari inisiatif – inisiatif untuk mengatasi kenaikan harga rokok yang melambung tinggi. Mungkin saja ada yang menanam tembakau sendiri dan ngelinting sendiri ataupun ada juga yang mencari dan membeli rokok – rokok ilegal dengan jumlah yang tinggi dan di jadikan sebagai storage untuk persiapan. Terkait implikasi kenaikan harga rokok yang berimbas terhadap perokok – perokok aktif yang ada di bumi tau jo nan ampek ternyata jauh sebelum beredar nya wacana – wacana dan marak nya kenaikan harga rokok di balik bumi ini terkandung sebuah nagari ( desa ) yang menjadi nagari ( desa ) yang bebas asap rokok di negara indonesia diantara ada 10 desa yang bebas asap rokok di indonesia. Desa - Desa bebas asap rokok yaitu “ Desa sitiung ( Sumatera Barat ), Desa Bulaksari 7 ( Jawa Timur ), Desa bone-bone ( Sulawesi Selatan ), Desa Ngunut ( Yogyakarta ), Desa Cikidang ( Jawa Tengah ), Desa Celep ( Jawa Tengah ), Dusun Karangmulyo ( Jawa Timur ), Dusun Muhajirun (Lampung ), Desa Sidoluhur ( Yogyakarta ), Desa Singosaren ( Yogyakarta )”. Nagari ( desa ) sitiung merupakan Nagari ( desa ) yang pertama bebas asap rokok di bumi tau jo nan ampek tepat nya di kecamatan sitiung. Masyarakat nya sangat di tegaskan wali nagari nya untuk tidak merokok di kawasan terbuka dan jika seandai nya kedapatan masyarkat nya yang merokok di sembarang tempat maka akan di kenakan sanksi. Bukan hanya dari perokok nya bahkan warung – warung yang menjual sembako maupun kedai - kedai di nagari ini pun akan dilarang juga untuk menjual rokok. Memang sih Nagari ( desa ) ini bisa menjadi inspirasi bagi nagari ( desa ) - nagari ( desa ) yang lain nya. Pemikiran saya jika seandai nya semua Nagari ( desa ) yang ada di bumi tau jo nan ampek ini mengikuti jejak nagari sitiung, saya rasa penyebaran dan peningkatan polusi akan terkurangi dan bisa jadi bumi tau jo nan ampek akan meraih ataupun menjadi kabupaten yang pertama bebas asap rokok di indonesia dan menjadi sebuah icon kabupaten dharmasraya. Bagaimana tanggapan mahaiswa yang berdomisili di perguruan tinggi dharmasraya ? Ketika sedang marak – marak nya wacana tentang implikasi penelitian pada desember 2015 dan Desa bebas asap rokok pertama di indonesia yang ada di bumi tau jo nan ampek sengaja saya bertanya - tanya kepada sebagian mahasiswa yang jumpai rata - rata jawaban mereka sama terfokus lagi terhadap jawaban ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Universitas Dharmas Indonesia ( UNDHARI ) yang merupakan salah satu perguruan tinggi swasta ternama yang bernaung di bawah yayasan Ampang Kuranji dan di bina oleh Dra. Elviana, M.Si ( Aggota DPR RI ) dan termasuk perguruan tinggi yang sudah banyak berkontribusi terhadap kabupaten Dharmasraya, “ terkait kenaikan harga rokok menembus hingga Rp. 50.000 tersebut, saya rasa banyak sekali masyarakat akan berhenti merokok dan banyak sekali perusahaan – perusahaan rokok akan gulung tikar imbas dari omset pemasukan mereka yang turun drastis dan berapa banyak pengangguran yang akan muncul di bangsa ini. Saya juga merasa bangga walaupun saya bukan asli berdomisili di dharmasraya.tapi sebagai mahasiswa yang sekarang berdomisili di dharmasraya merasa sangat bangga memiliki kabupaten yang mengandung nagari ( desa ) yang menjadi nagari pertama bebas asap rokok di indonesia dan bila perlu kabupaten dharmasraya bisa menjadi kabupaten yang bebas asap rokok dan di mana – mana terpajang icon no smoking area” ujar ketua BEM UNDHARI ( Arifuddin ). Berbicara masalah pengangguran yang bermunculan dari imbas kenaikan harga rokok ini maka akan macam – macam permasalahan dan pertanyaan yang muncul di pikiran saya. Apakah entitas pengangguran akan bertambah lagi ? pada hal pada februari 2016 ini entitas pengangguran menurun di bandingkan pada tahun 2015 lalu. Tapi, jika seandai nya imbas dari kenaikan harga rokok ini perusahaan – perusahaan rokok akan gulung tikar saya pikir entitas pengangguran akan membengkak di negara indonesia.
  1 Komentar
abenk - 2016-02-23 21:55:30
Test Opini suara anda
  2 Komentar
Sepriadi Yusra - 2015-12-05 09:23:19
Bagaimana cara top up saldo untuk beli e paper padek? Tks
  1 Komentar
Albert Effendy - 2015-09-16 16:56:23
Bagus
  0 Komentar
ANDRA PUTRA - 2015-09-07 10:17:00
Assalamu alaikum Wr. Wb Salam Sejahtera buat kita semua Bersama dengan ini saya ingin menyampaikan Kepada instansi Yang berwenang menangani masalah ini, Berikut Uraian nya: 1. Menyalahgunakan Surat izin Untuk Melakukan Sholat Jumat dimushalla penjelasannya: untuk mendirikan sebuah mushalla harus ada izin dari pemerintahan nagari setempat dan mendapatkan izin dari sidang yang bersangkutan,dan mendapatkan jamaah kira2 90 orang disertai tanda tangan, ketika izin mendirikan mushalla dikantongi--surat izin tersebut disalahgunakan --untuk mendirikan sholat jum'at dimushalla tersebut 2. SK yang dikeluarkan oleh wali nagari SK NOMOR 69/KPTS-WN/KTT/2015 TANGGAL 25 MARET 2015 tentang penetapan pengurus mushalla istiqfar pandan jorong lakung nagari kototinggi periode 2015-20120 di salahgunakan oleh pengurus. 3. SK 070 /KPTS-WN/KTT/2015 Tentang pencabutan surat keputusan wali nagari tentang kepengurusan mushalla istiqfar pandan jorong lakung nagari kototinggi periode 2015-2020 dicabut dan tidak berlaku lagi. 4. berita acara musyawarah ninik mamak, alim ulama,cadiak pandai BAMUS kepala jorong dan pemuka masyarakat jorong lakung hari jumat tanggal 24 juli bertempat di balai lakung. 5. meskipun telah di keluarkannya surat Keputusan pencabutan izin mushalla tersebut--sampai saat ini pengurus mushalla istiqfar masih melakukan sholat jumat di mushalla tersebut. dan pihak wali nagari kototinggi tidak mencarikan jalan keluarnya,
  0 Komentar
suwerdizal - 2015-07-23 11:30:43
Ada rekening BCA utk isi saldo, krn transfer antar bank kena biaya yg cukup mahal
  0 Komentar
danny - 2015-05-05 08:09:01
kepada teknisi telkom batusangkar tolong layanan anda ditingkat kan., hingga saat ini masalah koneksi saya tidak kalian perbaiki. saya sudah datang komplen k sana malah anda menyruh saya telpon 147 ,. sudah berbulan bulan masalah saya tidak teratasi ,. saya bayar mahal saya hanya menuntut hak saya..
  0 Komentar
Adel Putra M - 2015-03-31 12:53:31
Mohon masalah bensin di mentawai khusunya di kecamatan sipora di perhatikan, banyak warga yang menjual bensin bercampur dengan oli atau minyak tanah. Mohon perhatiannya pemerintah pemda mentawai sendiri dan penerintah sumatera barat. Jangan biarkan ini terus berlarut larut.
  0 Komentar
akmal halim - 2015-03-17 22:43:46
emang ndk bisa epapernyo didownload lai min?
  1 Komentar
akmal halim - 2015-03-17 22:42:57
min, baa kok e papernyo ndk bisa bisa di download sajak minggu minggu patang ko lai? lah abih se saldo wak untuak bali epapernyo. tapi ndk ado ciek alah yang tadownload. baa ko?
  0 Komentar
citra joni - 2015-03-12 21:26:53
Kepada Bapak Bupati 50 Kota, Mohon segera lakukan perbaikan jembatan Jorong Batu kabau, Nagari Sitanang, Kabupaten 50 Kota. Memang nagari kami tak memiliki perwakilan di DPRD, tapi tolong proporsional dalam membangun daerah.
  0 Komentar
akmal halim - 2015-02-23 20:03:17
selamat malam min, kenapa dua hari ini saya tidak bisa download epapernya? tiap kali saya coba download muncul pemberitahuan page not found. tlong diatasi min.
  0 Komentar
Asriwal Imran - 2015-02-18 16:11:42
Assalamualaikum.. Kepada Koran Padek Dimohon Untuk meliput Banjir yang selalu melanda daerah Air Bungkeh, Puskesmas panti, karna tidak adanya tanggapan dari Pemda Kabupaten Pasaman dari dahulunya, setiap Hujan turun warga selalu dihampiri banjir yang seslalu memasuki perumahan warga setempat, yang paling disayangkan sekali, kurangnya partisipasi dari Bapak Bupati pasaman sendiri untuk menanggulangi bencana banjir yang menghapiri, mohon sekiranya Koran PADEK untuk Mempublikasikan berita banjir yang sekarang terjadi. terima kasih.wasalam
  1 Komentar
Arfan Novendi - 2014-12-12 15:18:11
TUKANG PARKIR DENGAN BARANG MILIK NEGARA Catatan seorang staf pengelola Barang Milik Negara* Menurut anda siapa sih orang paling siap mengembalikan apa yang dititipkan kepadanya.....barangkali jawaban kita akan sama “Tukang Parkir” Ya Tukang Parkir adalah manusia super yang sanggup mengembalikan apapun benda, barang, kendaraan atau sesuatu yang dititipkan kepadanya, silahkan perhatikan sebagus apapun, semewah dan semahal apapun dan sangat mungkin dan pasti apa yang dititipkan adalah juga menjadi bagian keinginannya, cita-cita dan harapanya bahkan bisa jadi itu adalah kebutuhan hidup yang teramat sangat baginya, tapi ternyata semua itu dengan “ikhlas” dia kembalikan dan pulangkan ke yang memilikinya...ya walaupun dia dapatkan sedikit atau banyak manfaat dari “keikhlasanya” menjaga, menggunakan barangkali atau sesekali memanfaatkan barang titipan tersebut selama dalam tanggung jawabnya. Demikianlah juru dan tukang parkir yang kita ceritakan, selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah Bagian Kedua Tentang Pengguna dan Kuasa Pengguna Barang, pada pasal 6 Ayat 2 Poin e menjelaskan bahwa Pengguna Barang/Kuasa Pengguna barang menggunakan Barang Milik Negara yang berada penguasaannya untuk kepentingan penyelenggaraan tugas dan fungsi kementerian/lembaga. Terlihat jelas dan nyata sekali kalau BMN ataupun BMD adalah barang, aset, kekayaan titipan negara kepada para pemangku kebijakan dan kepentingan baik ditingkat kementerian/lembaga, pemprov ataupun pemda sampai pada tingkat satuan kerja dan SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Ditambahkan dalam PMK Nomor 244/PMK.06/2012 tentang tata cara Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara diketentuan umum pada pasal 1 poin 2 dijelaskan lagi tentang Penggunaan BMN adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang dalam mengelola dan menatausahakan BMN yang sesuai dengan tugas dan fungsi instansi yang bersangkutan. Menjadi kelaziman dan barangkali sebuah keharusan setiap pemimpin dinegeri tercinta ini mulai dari orang nomor satu dinegeri ini, nomor dua para menteri sebagai pimpinan Kementerian/lembaga, sampai dengan pimpinan satker secara vertikal ke daerah, anggota dewan dan senator yang terhormat dari pusat sampai daerah, pimpinan daerah dari gubernur sampai lurah dan walinagari mendapatkan “titipan” Barang Milik Negara/Daerah dalam rangka menunjang tugas dan fungsi yang menjadi tanggung jawab mereka, alasan “penitipan” inipun sangat jelas dan dilindungi payung hukum yang jelas sesuai dengan ulasan kita di awal yaitu PP 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan BMN/D. Mengakhiri catatan singkat ini penulis kembali kembali ke kisah awal tentang tukang parkir, juru parkir yang dengan ikhlas dan ridho mengembalikan apa yang dititipkan kepada mereka dengan catatan sipenitip memberikan imbalan atau jasa atas penjagaan dan pemeliharaan tukang parkir atas barang titipannya seikhlasnya sepantasnya...he..he ternyata “imbalan” ini pun dinegeri tercinta ini malah sudah distandarkan. Begitu juga dengan mereka yang “dititipkan” barang, aset dan kekayaannya oleh negara untuk masa tertentu sesuai kesepakatan, SK jabatan, Kontrak kerja atau apapun nama dan istilahnya kemudian sesuai dengan aturan yang jelas dan legal juga bahwa pemangku jabatan tadi “dititipkan” fasilitas berupa Barang Milik Negara/daerah mulai dari rumah, kendaraan, laptop, ipad, smartphone bahkan barangkali sampai pakain dan atribut yang melekat dibadan mereka dijamin “sipenitip”. Lalu suatu ketika “sipinitip” sesuai perjanjian diawal kembali meminta semua barang dan fasilitas yang dititipkan untuk mereka, ternyata kebanyakan “tukang parkir” ini malah lupa dan meresa nyaman dengan manfaat yang diambil dari barang titipan tadi sehingga terkadang enggan dan teramat sulit melupakan titipan tadi........bahkan teramat sulit untuk mengembalikannya sampai harus menuggu yang “empu” barang meminta “secara resmi”, apa lacur terkadang barang titipan ini malah “dikondisikan” menjadi miliknya secara pribadi tentunya kembali dengan “payung” hukum yang jelas dan legal. Ada masa manfaat yang diatur dalam PMK Nomor 59/PMK.06/2013 tentang Masa Manfaat Dalam Rangka Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat, inilah “pembenaran” yang diambil para tukang parkir. Ternyata para “tukang parkir” kehilangan jati diri dan mencoreng arang kemuka sendiri dengan “membenarkan” titipan menjadi atau berencana menjadikan atau juga sengaja menunda untuk sampai batas akhir masa manfaat barang “titipan” tadi, sehingga akan menjadi legallah usaha mendapatkannya. Tapi sungguh mereka lupa kalau barang “titipan” tadi adalah BMA (Barang Milik Allah) bukan hanya sebagai BMN/D (Barang Milik Negara/Daerah) yang dititipkan kepada mereka. Semoga para tukang parkir kembali kehabitanya sebagai tukang parkir yang begitu ikhlas mengembalikan titipan dalam bentuk apapun ketika sipinitip meminta barang titipannya. Semoga. Arfan Novendi Staf Pengelola BMN ISI Padangpanjang 085274677177 arfannovendi@gmail.com
  0 Komentar
akmal halim - 2014-12-05 17:16:21
Selamat sore padek. Kemaren saya baru mentransfer uang ke rekening padek untuk mendapatkan saldo. Dan sudah saya konfirmasi. Kenapa sampai saat ini saldo saya masih 0?
  1 Komentar
Oki Pratama - 2014-11-17 08:20:21
Berapa harga tiap baca epaper nya pak?
  0 Komentar
Saddam Febrian - 2014-11-11 16:06:44
Assalamua'laikum wr.wb Sebelumnya ananda mendo'akan bapak agar senantiasa dalam keadaan sehat dan diberi kelancaran dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari oleh Allah swt. Ananda bukanlah seseorang yang membenci bapak, ananda tidak juga mempunyai organisasi untuk menyuarakan fikiran ananda kepada bapak. Tapi, ananda sangat berharap bapak bisa mengklarifikasi pernyataan ananda. Ananda masih ingat, Tahun 2012 tentu menjadi waktu yang begitu menegangkan bagi bapak. Pertarungan untuk duduk menjadi orang No.1 di Payakumbuh menjadi topik utama kala itu. Ananda melihat bapak sebagai sosok yang berbeda dengan program-program menarik yang bapak tawarkan. 8 agenda utama sebagai walikota payakumbuh ! begitu menarik, dan itu memang berhasil mengantarkan bapak menjadi Walikota terpilih. Masyarakat payakumbuh terlihat begitu menyukai bapak. Tapi yang menjadi fikiran bagi ananda di lebih kurang 2 tahun berjalan masa kerja bapak ini, ananda masih belum melihat perkembangan apa-apa dari 8 agenda utama tersebut. Memang suatu hari ananda pernah membaca perkembangan program-program tersebut panas diberitakan di koran Metro Payakumbuh, tapi toh sampai saat ini belum sedikitpun terlihat perkembangan itu. Bahkan seolah-olah hal tersebut bak ditelan bumi, hilang pemberitaan dan dilupakan oleh masyarakat Payakumbuh. Apakah agenda itu hanya untuk mengantarkan bapak duduk sebagai walikota saja ? Dalam pemerintahan bapak yang berjalan ini, ananda akui Payakumbuh banyak mendapatkan Prestasi. Tapi itu bukanlah hasil program utama bapak tersebut. Ananda melihat, prestasi-prestasi itu bak keberuntungan bagi bapak yang membutakan mata masyarakat payakumbuh untuk menjadi kota modern seperti yang bapak janjikan. Masih ada lebih kurang 3 tahun tersisa pak, ananda tentu berharap bapak bisa memberikan bukti itu. Jika memang bapak yang merumuskan itu sendiri, bapak tentu tau apa yang harus bapak kerjakan. 8 program tersebut bagi ananda begitu muluk-muluk untuk masa kerja 5 tahun, tapi ananda percaya bapak setidaknya bisa berbuat disisa masa kerja ini. Dan jika bapak bisa memberikan bukti itu, ananda tentu tetap berdedikasi untuk membantu bapak 5 tahun lagi, tapi kalau tidak tentu ananda akan mengingatkan kembali kepada masyarakat payakumbuh tentang program yang terlupakan itu. Jika memang bapak menemukan sandungan dalam pelaksanaan tersebut, ananda berharap bapak tetap bisa memberikan bukti kepada masyarakat payakumbuh meskipun diluar program tersebut. Ananda akan setia menunggu ! Ini hanya wujud kecintaan ananda kepada bapak dan payakumbuh, Terima kasih bapak telah membaca surat ananda. Ananda yang yang mencintai Kota Payakumbuh, SADDAM FEBRIAN